Kenapa aku menulis tentang Bengkel Diri?

Saat ini zamannya segala informasi bisa ditemukan di genggaman kita (baca: handphone). Informasi-informasi tersebut beraneka ragam jenisnya. Mulai dari fakta, hoax, informasi yang menambah semangat diri atau justru yang menjerumuskan kita ke hal yang buruk.

Alhamdulillah, kita adalah makhluk yang diciptakan Allah dengan diberi bekal hidup berupa akal dan pikiran. Yang dengan akal dan pikiran ini, kita bisa memilih informasi apa yang mau kita baca. Dimana kita memiliki kendali penuh untuk menentukan informasi jenis apa yang mau kita terima. Dan kita bebas menentukan mau diapakan informasi yang telah kita terima tadi. Mau diteruskan atau di-keep untuk diri sendiri.

Awal tahun 2019 saat usiaku genap 27 tahun, aku merasa sedang berada di masa Quarter Life Crisis. Baca apa itu QLC disini. Saat dimana aku sudah mendapatkan pekerjaan tetap yang sangat menjanjikan untuk masa depan, saat aku sudah dikaruniai seorang putri lincah nan lucu, dan saat aku sudah didampingi lelaki baik yang selalu mengisi kekurangan diri. Aku mulai mempertanyakan beberapa hal mendasar terkait apa yang telah aku lakukan dan rasakan selama 27 tahun ini, seperti:

Untuk apa sih sebenarnya aku sekolah dan kuliah? Untuk nanti bisa dapat kerja. Lalu sebenarnya bekerja itu utk apa dan siapa? Untuk bisa penuhi kebutuhan hidup tanpa repotkan orang lain. Untuk bisa capai keinginan yang dulu tertunda karena keterbatasan financial. Untuk bisa berbagi ke sesama supaya dapat pahala. Overall, aku bekerja untuk diriku sendiri. Aku bisa berdayakan ilmu dan pengalaman yang ku punya dalam bentuk aktualisasi diri. Intinya untuk diri sendiri, untuk kepuasan pribadi..

Lalu.. apa itu artinya kepuasan pribadi bisa kita dapatkan dengan pengorbanan yang tidak sedikit? Ya dong. Tentu ada yang dikorbankan diusahakan. Really? Seperti harus tinggalkan anak di rumah selama 8 jam (dalam jam normal) dan dititip ke orang lain, terbengkalainya tugas istri dan ibu, lelahnya fisik, hati dan pikiran, kurangnya waktu bersosial dengan masyarakat sekitar dan silaturrahmi dengan keluarga? Hal ini dikorbankan hanya untuk (read: demi) kepuasan pribadi?

Apakah kepuasan seseorang itu ada batasnya? Akankah ada saatnya semua ini berhenti? Kapan?

Aku teruuus saja berkutat dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, karena rasanya jawaban-jawaban itu masih terlalu…..kosong.

Sampai akhirnya aku menemukan sebuah pertanyaan yang aku yakin bisa “mengisi” kekosongan jawaban-jawabanku tadi.

“Sebenarnya… untuk apa aku diciptakan?”

Dan Maha Besar Allah dengan segala Kasih Sayang dan Cinta Nya, entah bagaimana aku bisa menemukan sebuah sekolah online di Instagram. Keinginanku begitu besar untuk menjadi siswa sekolah online tersebut. Karena aku yakin bisa menemukan jawaban atas pertanyaan aku disini.

Nah, hari ini aku memilih untuk berbagi dan meneruskan informasi yang sudah aku punya mengenai sekolah online yang bernama “Bengkel Diri”. Boleh ditambahkan di kolom komentar ya Sister, kalau kalian punya informasi tentang Bengkel Diri yang rasanya belum aku tuangkan disini.


Apa itu bengkel diri?

Bengkel Diri adalah wadah online para muslimah yang serius ingin memperbaiki “internal” dirinya melalui pendekatan science-holistik. Pendekatan ilmu keislaman, komunikasi, managerial, psikologis, dan ilmu terapan lain yang bersinergi dengan pas sehingga diharapkan output setelah mengikuti program siswa terinspirasi untuk memperbaiki segala aspek hidupnya baik untuk kehidupan pribadi (faham tujuan hidup, percaya diri, visioner), kehidupan profesional (tepat waktu, tuntas aman), ataupun kehidupan rumah tangga dan sosial. Bengkel diri menjawab kebutuhan millenial yang butuh pengayaan diri namun terbatas waktu dan lokasi jika harus datang offline. Semua perkuliahan dilakukan online sehingga dimanapun lokasi siswa tidak menjadi kendala. Sumber: Instagram Bengkel Diri

Sudah cukup jelas ya, defisini dari Bengkel Diri itu sendiri. Coba dibacanya dengan perhalan dan diresapi supaya mengena di hati dan pikiran.

Nah, Bengkel Diri layaknya sebuah sekolah, memiliki jenjang (dalam Bengkel Diri ini disebut level) yang harus ditempuh siswanya. Lulus di kelas Level 1 adalah syarat untuk bisa menapaki level-level selanjutnya. Fyi, per Desember 2019, Bengkel Diri sudah memiliki siswa level 1 sebanyak 11 angkatan dimana setiap angkatan terdiri dari beberapa kelas yang isinya ada ratusan orang. Alhamdulillah aku tergabung di level 1 angkatan 8 kelas Syifa Binti Abdullah dan Level 2 angkatan 4 Kelas Sawsan. Bener-bener Bengkel Diri bikin ketagihan!! Dan setahu aku, saat ini Bengkel Diri sedang mempersiapkan kelas untuk level 3. cmiiw.

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi siswa Bengkel Diri Level 1 adalah:

    1. Akhwat, Muslimah
    2. 17 Tahun keatas
    3. Single/Menikah
    4. Lillahita’ala serius untuk mengupgrade diri
    5. Bersedia mengikuti perkuliahan dengan serius

Di Level 1 kita dibekali materi-materi dasar yang akan menjadi pegangan dan pondasi hidup. Semakin kita serius mengikuti kelasnya, InsyaAllah akan semakin kokoh pula pondasi hidup kita. Berikut gambaran besar materi yang ada di Level 1:

    1. Konsep Diri, bertujuan agar siswa mengenal dirinya, percaya diri, mampu mengendalikan emosi dan faham arah tujuan hidupnya
    2. Materi Dasar Islam: bertujuan agar siswa memiliki value of life hingga lebih tenang dan semangat tuntas amanah dunia-akhirat
    3. Kuliah Pra-Pasca Nikah, bertujuan agar siswa faham apa yang harus dilakukan untuk siap menuju/merawat pernikahan agar samara
    4. Skill Terapan: sisipan ilmu tentang skill duniawi, ilmu fotografi dan bisnis pemula

Terkait dengan ruang belajar, kita akan belajar di ruangan online berupa WAG (whats app group) dengan durasi program setiap levelnya adalah 2 bulan (please jangan bayangin kita 2 bulan ini kayak sekolah-sekolah yang belajarnya dari jam 8 s.d jam 14.000 :p). Kita akan belajar selama 20 jam untuk sesi perkuliahan (sharing materi), 20 jam tanya jawab, dan pembiasaan ibadah selama 2 bulan.


Apa asiknya sekolah di Bengkel Diri?

Sebagai seorang wanita yang sedang melakoni peran sbg istri dan ibu, ditambah lagi jika wanita tsb mengambil tanggung jawab di luar rumah (baca: bekerja), rasa-rasa sulit untuk bisa menghadiri kajian-kajian ilmu di sela-sela kesibukannya (kesibukan duniawi :p). Tapi jangan khawatir Sis, Bengkel Diri adalah sekolah yang sangat cocok untuk para Muslimah yang super sibuk, asaaaal benar-benar niatnya mau mengupgrade diri.

    • Free Style! Siswa bisa masuk kelas kapanpun, dimanapun, sesuai dengan keluangan waktunya. (Mau belajar sambil makan, masak, ngelonin anak, nyapu, bisa!!)
    • Millenial banget. Materi belajar berupa power point dilengkapi voice note para guru, akan dishare oleh wali kelas di WAG Bengkel Diri. Fyi, setiap kelas memiliki Wali Kelas yang menjadi fasilitator selama proses belajar berlangsung. Biasanya, materi di bagikan pada pukul 19.00 wib. Siswa memiliki waktu sekitar +/- 24 jam untuk membaca dan mendengar materi tersebut sebelum tiba waktunya tanya jawab. Mau dibaca kapanpun bebas sih Sis, tapi rugi rasanya kalau kita melewati sesi tanya jawab ini.
    • Tanya suka-suka. Di Bengkel Diri, kita bebas bertanya apapun terkait materi yang sedang dipelajari. Setelah siswa membaca dan mendengarkan materi, siswa dapat mengirimkan pertanyaan ke wali kelas sesuai dengan jeda waktu yang ditentukan. Terserah mau tanya apa, bebas (asalkan berkaitan dg materi) bahkan pertanyaan mendasar sekalipun yang terkadang kita malu utk tanyakan ke orang lain, bisa kita tanyakan disini. insyaAllah kerahasiaan penanya akan terjaga. Sesi tanya jawab biasanya H+1 setelah materi di share.
    • Ada Cafenya! Di Sekolah Bengkel Diri, terdapat WAG cafe dimana disini setiap siswa bisa bercengkrama satu sama lain. Bisa saling jual beli barang dagangannya (ada hari khusus untuk jualan). Dan yang paling penting, disini kita bisa tanyakan tentang apapun (diluar materi belajar) yang belum kita tahu atau yang bikin kita bingung, everytime! Kapanpun kita butuh bahkan setelah program belajar selesai. Karena ada pada guru yang InsyaAllah selalu siap untuk menjawab dan sister-sister yang sedia untuk berbagi.
    • Digawangi para ahli. Setiap materi belajar, memiliki guru tersendiri sesuai bidang dan keahliannya. Boleh deh coba kalian intip di Instagramnya Bengkel Diri untuk tahu siapa saja guru yang akan membimbing selama proses belajar berlangsung.
    • Menambah Skill. Dengan adanya tugas-tugas dari setiap materi, skill siswa semakin terasah. Baik itu skill menulis, sklii menggunakan aplikasi edit foto (Seperti Canva), skill berkomunikasi, dan lain-lain.
    • Pembiasaan diri. Nah ada tugas yang harus dikumpulkan siswa ke wali kelas setiap harinya berupa laporan amalan harian. Seperti solat wajib, solat sunnah, bersilaturrahmi, membaca buku bermanfaat, dsb.

Nah, aku kasih bocoran sedikit ya tentang bagaimana menjadi siswa Bengkel Diri, sebagai berikut:

    • Nabung dari sekarang ya Sis! Karena dibutuhkan Rp 250.000,- untuk biaya pendaftaran. (dasar aku memang si perhitungan, coba Rp 250.000,- dibagi dengan 60 hari durasi program belajar. Dapet berapa biaya perhari yang kita keluarkan untuk bisa dpt ilmunya? Masih bilang mahal? :p)
    • Punya akun instagram. Jangan lupa untuk pantengin terus akun instagram Bengkel Diri, karena informasi pendaftaran siswa baru akan dipublish disini. Dulu aku pas mau gabung, saking takutnya kelupaan, kunyalakan notifikasi untuk akun ini. Jadi setiap ada postingan terbaru di Bengkel diri, akan masuk notifikasi instagramku. Daaan nantinya tugas-tugas belajar siswa harus dipublish di Instagram. Jadi kudu wajib punya akun instagram dulu ya.
    • Setelah materi di share, segera download dan lakukan back up supaya aman. Bahkan ada sister di kelas yang bersedia bikin google drive dan atau channel telegram khusus materi belajar lho.
    • Manfaatkan waktu seoptimal mungkin. Setelah punya materinya, segera dengarkan voice note para guru ya! Kalau ada yang mengganjal di hati dan pikiran, jangan tunda utk kirim pertanyaan ke wali kelas. Dan ada baiknya kita mendengarkan materi sambil mencatat (untuk mengikat ilmu supaya ga lari).

Dan Kesimpulannya adalah…

Alhamdulillah, atas izin Nya aku lalui masa Quarter Life Crisis ku bersama Bengkel Diri. Berhasil kutemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menggantung di pikiranku. Tentang untuk apa sebenarnya aku (kita) diciptakan. Ditunggu ya, tulisan aku tentang ini. Bahkan diluar ekspektasi, aku dapatkan lebih banyak ilmu dan pengalaman di Bengkel Diri, yang bagiku ini sangat berguna untuk pengambilan keputusanku ke depan.

Jadiiii buat kalian mak-mamak, anak gadis remaja yang kinyis-kinyis, yang lagi galau, bingung, lagi merasa hampa dan kosong, atau yang lagi penasaran dan haus akan ilmu kehidupan dan ingin mengupgrade diri ke arah yang lebih baik, segera kepoin dan follow akun instagram Bengkel Diri disini ya Sister! Selamat scroling-scroling dan baca komen-komennya, dijamin bakal gabung :p

Salam, Tiara.

28 thoughts on “Lalui Quarter Life Crisis bersama Bengkel Diri

  1. cakep banget sih tulisannya mb, bergizi banget. Sepertinya bakal terpilih jadi juara yang 5 besar deh. Keren mb. Smoga istiqomah ya sharing-sharing di blog nya.

    1. yey Alhamdulillah makasih sudah mampir mbaa. aaminn ya Allah semoga aku bs istiqamah sharings di blog kayak mba elloraaa..

  2. Alhamdulillah, kita dipertemukan dg BD ya mbak. banyak bgt manfaatnya. sangat lengkap ya tulisannya mbak. Semoga kita makin semangat meng-upgrade-diri walaupun sudah di luar kelas online BD. Nice sharing! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s